Banyak orang memandang bahwa angin puting beung itu hanya membuat kerusakan seperti yanyg diberitakan dalam berbagai media massa, misalnya : sebanyak 35 buah rumah hancur dan lima buah di antaranya rata dengan tanah setelah diterjang angin puting beliung di kawasan Gunung Kijang, Kawal, Bintan, Kepulauan Riau, Kompas Minggu (21/9/2009). Puting beliung menerjang kawasan Purwodadi, Pasuruan. Akibat terjangan angin kencang ini, beberapa pohon serta baliho milik Bank Jatim ambruk dan menimpa sebuah truk. Akibatnya baliho melintang di tengah jalan. (detiksurabaya.com, Kamis 20/2/2009). . Puting beliung yang mempunyai daya angkat berton-ton dan angin ribut yang mempunyai kecepatan lebih dari 50 knot atau 90 km/jam itu memang berpotensi besar untuk menimbulkan kerusakan benda-benda yang dilewati. Namun demikian puting beliung dan angin ribut sebagai fenomena alam pasti mempunyai nilai yang disatu sisi membahayakan dan disisi lain mempunyai nilai yang dapat memberi keuntungan. Benarkah demikian? Baca ulasan selanjutnya.
Kamis, 28 Januari 2010
Selasa, 26 Januari 2010
Cuaca Musim Haji dan Umroh
.Bagi orang yang sudah biasa tinggal di tempat dengan cuaca dan iklimnya yang tidak banyak berubah seperti di Indonesia, perubahan yang sedikit saja sudah akan dirasakan sebagai gangguan. Oleh karena itu tidak sedikit jamaah Haji dan Umroh yang jatuh sakit ketika sampai di Arab Saudi yang cuaca dan iklimnya jauh berbeda dengan cuaca dan iklim di Indonesia. Memang benar bahwa mental dan fisik harus dipersiapkan, dan disamping itu persiapan untuk menghadapi cuaca dan iklim juga penting. Bawalah payung, meskipun hujan jarang terjadi, tetapi terik matahari dapat memberi dampak yang cukup serius.
Minggu, 24 Januari 2010
Desktop dan Laptop Untuk Stasiun Cuaca
Pengaruh perkembangan teknologi akhir-akhir ini telah banyak mengubah gaya hidup seseorang. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi tersebut perkembangan budaya masyarakat juga makin meningkat. Efisiensi dan efektivitas serta rencana yang rinci menjadi sesuatu yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Salah satu indikasi peningkatan budaya tersebut adalah perhatian yang besar kepada cuaca dan iklim. Informasi cuaca dan iklim yang semula hanya ditanggapi terbatas sebagai sekedar tahu, kini telah banyak dimanfaatkan secara ilmiah praktis dalam banyak bidang kegiatan. Disisi lain peningkatan informasi cuaca berkaitan pula dengan perkembangan teknologi komputasi.
Langganan:
Postingan (Atom)